Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

14 Juli 2009

Sebuah Sekolah SMA dijual, Benarkah...?

Beberapa jam yang lalu di TVOne diberitakan tentang ratusan siswa SMA Negeri 4 yang berunjuk rasa menolak tukar guling (dijual) sekolah mereka ke lokasi lain yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar Sumatra Utara kepada pihak swasta. Menurut berita yang beredar, rencananya bekas lahan sekolah tersebut akan dijadikan kawasan bisnis.

Pemerintah kota Pematangsiantar beralasan bahwa lokasi gedung tersebut tidak ideal untuk lokasi pendidikan sehingga mereka dipindahkan ke pinggiran kota. Para siswa menolak proyek tersebut dengan alasan bahwa lokasi sekolah tersebut masih layak untuk sarana pendidikan.


Sejak hari pertama masuk sekolah (kemarin), para siswa memang sudah berunjuk rasa memblokade jalan lintas sumatra, menutut untuk menghentikan proyek pembangunan kawasan bisnis di bekas lokasi sekolah mereka.

Sebuah berita yang sangat tidak menyenangkan memang, tapi inilah kenyataan di negeri ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjadikan negeri ini menjadi lebih baik. Amiiin Ya Robbal Alamiin...

Sumber :
(1) Sekolah dijual, siswa SMA unjuk rasa
(2) Siswa SMA bentrok dengan polisi
(3) Hari pertama siswa SMAN Siantar robohkan pagar

13 September 2008

Lelang Virginitas untuk Membayar Kuliah

Pendahuluan : Seluruh tulisan ini adalah hasil Copy Paste dari Harian Jawa Pos edisi Sabtu, 13 September 2008 di halaman ke-7. Setelah melakukan sedikit pencarian menggunakan Google, artikel tersebut merujuk pada Howard Stern in virgin territory. Fikri Online "No Comment for this..."

LOS ANGELES - Jalan pintas ditempuh seorang mahasiswi Amerika Serikat demi membiayai kuliah pascasarjananya. Dia akan melelang keperawanannya secara terbuka.

Mahasiswa yang menggunakan nama samaran Natalie Dylan itu mengakui bahwa menjual "mahkota" memang tidak akan menyelesaikan semua masalah. Namun, dia setidaknya mendapatkan jaminan finansial. Dylan juga mengaku tidak memiliki beban moral sedikit pun atas keputusan yang diambilnya. "Kita hidup dalam masyarakat kapitalis, mengapa saya tidak diizinkan menjual keperawanan saya sendiri?," kilah Dylan.

Aksi kontroversial gadis 22 tahun asal San Diego, California, itu kemudian menyulut debat online lewat blog-blog pribadi. "Mungkin saya memang konservatif, bukankah lelang ini aksi prostitusi? Saya sangat mengkhawatirkan masa depan masyarakat kita," tutur Mike, blogger dari Universitas Montclair, New Jersey.

Setelah permintaan lelangnya di situs e-Bay ditolak, Dylan tidak menyerah begitu saja. Lelang keperawanan tersebut akan diadakan di rumah bordil The Moonlite Bunny Ranch, Nevada. Kakak perempuan Dylan yang selama ini membiayai kuliah Dylan bekerja di tempat tersebut.

Selain menuai kecaman, Dylan pun memperoleh dukungan yang tidak mengejutkan karena datang dari sang pemilik rumah bordil, Dennis Hoff. "Ini adalah ide cemerlang. Mengapa mesti kehilangan keperawanan dengan pria tidak jelas di sebuah mobil jika (sebenarnya) kamu bisa membayar pendidikan dengan itu?," ujar Hoff. (Rtr/ard/dia/ami)